Beranda Kebijakan Privasi Tentang Kami Kontak Kami

Rabu, 13 Juni 2012

Sayuran dalam pot

Lahan terbatas bukan berarti niat bertanam sayuran jadi kandas. Ditanam di pot pun bisa, kok. Selain praktis, juga tampak lebih asri. 

Bertanam sayuran dalam pot? Bisa-bisa saja, apalagi jika Anda punya lahan terbatas. Yang penting sedikit kreatif. Sekurang-kurangnya ada 2 keuntungan bertanam sayuran dalam pot. Yang pertama tentu kita jadi lebih sehat. Konsumsi sayuran berarti memperbanyak kandungan gizi alami yang terserap dalam tubuh. Yang kedua, suasana rumah jadi lebih asri. Jika sayuran dalam pot tersebut ditata dengan baik, misalnya di teras depan, suasana akan jadi sejuk. Apalagi sehabis disiram/disemprot, pasti akan terlihat daun-daun sayuran yang hijau asri. Hati pun jadi ayem dan tenteram. 



Ada bermacam jenis sayuran, yang dapat dipilah berdasarkan bagian tanaman yang dimanfaatkan, yakni: 
1. Sayuran daun: kubis, sawi, bayam, kangkung, selada, seledri, bawang daun, dan petsai. 
2. Sayuran buah: mentimun, tomat, terong, kecipir, dan stroberi. 
3. Sayuran biji: kacang panjang, kacang merah, kacang bogor, dan buncis. 
4. Sayuran bunga antara lain: brokoli, dan kembang kol. 
5. Sayuran tunas (muda) antara lain: rebung bambu, dan asparagus. 
6. Sayuran umbi antara lain: kentang, lobak, wortel, bawang putih, dan bawang merah. 

SEMAIKAN BENIH 
Langkah pertama untuk menanam sayuran dalam pot memilih jenis sayuran yang cocok ditanam dalam pot di rumah kita. Bila kondisi lingkungan cukup panas, sebaiknya pilih jenis sayuran untuk daerah panas, seperti selada, seledri, bawang daun, bayam, kangkung, terong, kacang panjang, mentimun, dan buncis. 

Setelah itu, saatnya memperoleh benih. Anda bisa memperoleh benih sayuran di toko-toko pertanian. Biasanya, benih-benih tersebut dibungkus dalam sachet. Yang penting teliti sebelum membeli. Simak betul tanggal kedaluwarsa benih. Ini berkaitan dengan daya kecambahnya, apakah masih memungkinkan ditanam atau sudah tertinggal. 

Benih sayuran tersebut sebaiknya disemaikan lebih dahulu. Untuk itu, buat kotak pesemaian dari kayu dengan ukuran panjang 50 - 60 cm, lebar 30 - 40 cm, dan tinggi 15 - 20 cm. Dasar kotak dibuat berlubang-lubang agar air yang berlebih dapat cepat terbuang. Lalu, isi kotak tersebut dengan campuran tanah subur, pasir, dan pupuk organik (1:1:1), hingga ketinggian 15 cm. 

Sehari sebelum penebaran benih, kotak tempat persemaian disiram hingga cukup basah. Buat alur-alur dangkal dengan telunjuk. Kedalaman alur 1 cm dan jarak antar-alur 5 cm. Setelah itu, benih pun siap ditebarkan merata dalam setiap alur. Tutup dengan tanah tipis dan siram lagi agar kelembapan tanah dapat dipertahankan. Nah, tak sampai seminggu, benih-benih sayuran pun akan berkecambah, lalu menjadi bibit. 

SIRAM DAN BERI PUPUK 
Pemeliharaan sayuran dalam pot boleh dibilang lebih gampang, karena lingkungan sekitar tanaman mudah dikendalikan. Misalnya jika ada sayuran yang nyaris layu, segera siram, dan sayuran pun akan kembali segar. Penyiraman cukup dilakukan sekali sehari, bisa pagi atau sore. 

Namun, seandainya kondisi sayuran dalam pot amat kering, misalnya saat musim kemarau, bolehlah disiram pagi dan sore. 

Jangan lupa, lakukan pemupukan. Sediakan pupuk NPK sebanyak 30 gram, lalu larutkan dalam 10 liter air. Siramkan di sekeliling sayuran. Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 3 minggu, dan diulang sekali lagi pada umur 6 minggu. 

Bagaimana dengan hama sayuran? Lazimnya, tanaman sayuran memang cukup sensitif terhadap hama. Untuk mengatasinya, sebaiknya hama itu dikendalikan secara manual, misalnya diambil, lalu dimatikan. Usahakan tidak memakai pestisida, toh lingkungannya terbatas, yakni hanya dalam pot. Ini akan membuat sayuran lebih segar dan sehat. 



Sumber : Tabloid nova

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar