Beranda Kebijakan Privasi Tentang Kami Kontak Kami

Minggu, 03 Juni 2012

Mengapa Agensia Hayati

Agensia hayati dapat di artikan sebagai agen pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berbasis mahluk hidup. Agensia hayati dapat digolongkan menjadi golongan mikroorganisme dan agensia hayati golongan predator. Agensia hayati golongan mikroorganisme diantaranya ada dari golongan jamur,... bakteri, parasitoid dan parasit. Mekanisme kerja agensia hayati diantaranya yaitu:
1. Antibiosis/lisis, yaitu terjadinya penghambatan atau penghancuran suatu organisme oleh senyawa metabolik beracun yag dihasilkan organism lain.


2. Kompetisi/persaingan terhadap inang(tempat hidup) dan hara
3. Hiperparasitisme yaitu mekanisme dimana suatu agens antagonis ini dapat terjadi melalui satu atau lebih mekanisme antagonisme
Beberapa keunggulan agensia hayati diantaranya:
1. Mengurangi penyakit yaitu dengan cara:
• Mengurangi jumlah inokulum pathogen melalui bentuk bertahan diantara tanaman
• Mengurangi produksi dan penyebaran propagul(bagian tubuh inokulum patogen)yang berpotensi
• Menekan pertumbuhan miselium
2. Mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman
3. Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali
4. Melindungi perkecambahan biji dan akar-akaran dari sumber infeksi penyakit
5. Ramah lingkungan
6. Tidak menimbulkan resistensi
Contoh beberapa agensia hayati
Jamur Trichoderma sp
Jamur Trichoderma sp dapat mengendalikan penyakit layu atau bercak daun yang biasa meyerang tanaman pangan dan hortikultura, Trichoderma sp bersifat antagonis terhadap beberapa patogen tular tanah seperti Fusarium moniliforme dan Sclerotium rolfsii. Trichoderma sp juga mempunyai kemampuan sebagai dekomposer dalam pembuatan pupuk organik
Bakteri Corynebacterium sp
Bakteri Corynebacterium sp. merupakan salah satu agens hayati bersifat antagonis, yang dapat mengendalikan beberapa jenis OPT diantaranya penyakit kresek pada tanaman padi yang disebabkan oleh bakteriXanthomonas sp, plasmodiophora brassicae (akar gada) pada kubis, bercak daun pada tanaman jagung, layu bakteri pada tanaman pisang
Bacillus thuringiensis (Bt)

Bacillus thuringiensis (Bt) adalah bakteri gram positif yang berbentuk batang, aerobik dan membentuk spora yang menghasilkan protein yang beracun bagi serangga yang menjadi hama pada tanaman pangan dan hortikultura. Kebanyakan dari protein kristal tersebut lebih ramah lingkungan karena mempunyai target yang spesifik sehingga tidak mematikan serangga bukan sasaran dan mudah terurai sehingga tidak menumpuk dan mencemari lingkungan

Beauveria bassiana
Beauveria bassiana merupakan cendawan entomopatogen yaitu cendawan yang dapat menimbulkan penyakit pada serangga, lebih dari 175 jenis serangga hama menjadi inang jamur ini, terutama efektif mengendalikan hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) dan wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) pada tanaman padi serta hama kutu (Aphis sp.) pada tanaman sayuran dan buah

Pseudomonas Fluorescens
Bakteri P. fluorescens dapat memberikan pengaruh menguntungkan terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman, yaitu sebagai “ Plant Growth Promoting Rhizobacteria” (PGPR). menghasilkan antibiotika yang dapat menghambat pertumbuhan patogen, terutama patogen tular tanah dan mempunyai kemampuam mengoloni akar tanaman. dapat menghambat patogen layu Verticilium dahliae pada tanaman kentang dan terung, agensia hayati yang efektif untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat serta mampu menekan intensitas penyakit moler pada tanaman bawang merah
Metarhizium anisopliae
M. anisopliae adalah salah satu cendawan entomopatogen yang termasuk dalam divisi Deuteromycotina: Hyphomycetes. Cendawan ini biasa disebut dengan green muscardine fungus dan tersebar luas di seluruh dunia Cendawan ini bersifat parasit pada beberapa jenis serangga dan bersifat saprofit di dalam tanah dengan bertahan pada sisa-sisa tanaman Cendawan M. anisopliae mampu menginfeksi hama yang mempunyai tipe mulut menusuk dan mengisap, yaitu Riptortus linearis baik stadia nimfa maupun imago. Selain itu, M. anisopliae juga mampu menginfeksi hama yang mempunyai tipe mulut menggigit seperti S. litura.
verticillium lecanii
verticillium lecanii sangat berguna untuk membasmi kutu kebul pada tanaman hortikultura.kutu kebul adalah hama utama yang membonceng masuknya virus gemini yang menyebabkan tanaman kehilangan klorofil hingga tanaman menjadi kerdil dan hasil panen menurun.dapat juga membasmi wereng pada tanaman padi.




Baca juga artikel terkait :

Pengendalian Hama dan Penyakit dengan Pestisida Organik


Tidak ada komentar:

Posting Komentar